INPEX dan BP Pacu Eksplorasi Migas Bali, WK Agung Bidik Potensi Gas hingga 7 TCF
Bali — Eksplorasi migas di lepas pantai utara Bali memasuki fase baru dengan penguatan kegiatan eksplorasi oleh bp dan INPEX. Dalam perkembangan terbaru, bp tetap menjadi operator WK Agung I dan Agung II, sementara INPEX mengambil operatorship Barong PSC, yang berada di bagian utara area Agung I dan Agung II.
Program eksplorasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengidentifikasi potensi hidrokarbon di wilayah perairan Bali. Kegiatan ini juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Bali melalui koordinasi dengan SKK Migas dan pemerintah daerah.
Tahap awal eksplorasi akan difokuskan pada kegiatan seismic survey, dengan rencana akuisisi sekitar 285 kilometer 2D seismic dan 3.650 kilometer persegi 3D seismic. Investasi yang disiapkan untuk kegiatan seismic tersebut mencapai lebih dari US$42,7 juta, dengan pelaksanaan survei ditargetkan berlangsung hingga awal 2027.
Data seismic nantinya menjadi dasar untuk melakukan interpretasi bawah permukaan dan menentukan prospek hidrokarbon yang paling menarik. Apabila hasil interpretasi menunjukkan potensi yang cukup ekonomis, program eksplorasi dapat dilanjutkan dengan pengeboran satu exploration well dengan komitmen investasi sekitar US$25 juta.
Dari sisi potensi sumber daya, wilayah eksplorasi Agung diperkirakan memiliki peluang hidrokarbon pada kisaran 1–7 TCF. Angka tersebut masih merupakan estimasi potensi, bukan cadangan terbukti, sehingga keberadaannya tetap harus dikonfirmasi melalui rangkaian eksplorasi dan pengeboran.
Jika eksplorasi berhasil dan pengembangan lapangan dinilai ekonomis, kawasan tersebut berpotensi menghasilkan produksi gas sekitar 200 MMSCFD. Potensi tersebut dinilai strategis untuk menambah pasokan gas domestik sekaligus membuka peluang pengembangan sumber daya migas di kawasan Bali dan Indonesia bagian timur.
Kehadiran bp sebagai operator Agung I dan Agung II serta INPEX sebagai operator Barong PSC juga memperkuat aktivitas eksplorasi di kawasan tersebut. Kedua perusahaan memiliki pengalaman dalam pengembangan proyek migas offshore dan diharapkan dapat membawa kemampuan teknis serta investasi untuk mendorong kegiatan eksplorasi ke tahap berikutnya.
Pemerintah daerah Bali turut memberikan dukungan terhadap kegiatan eksplorasi dengan tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, serta keterlibatan masyarakat lokal. Koordinasi antara pemerintah pusat, SKK Migas, KKKS, dan Pemerintah Provinsi Bali menjadi bagian penting agar kegiatan eksplorasi dapat berjalan secara aman dan lancar.
Dengan dimulainya seismic survey dan peluang pengeboran exploration well setelah evaluasi data, Agung I, Agung II, dan Barong kini menjadi salah satu kawasan eksplorasi yang menarik untuk dipantau. Keberhasilan program ini dapat membuka peluang penemuan sumber daya gas baru sekaligus memperkuat basis pasokan energi jangka panjang Indonesia.
Other News
Stay Connected with IEI
Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.








