Indonesia Energy

INPEX terus mempercepat pengembangan Proyek Abadi LNG di Blok Masela

Topsides sailaway from Saipem karimun

Jakarta, IndonesiaINPEX terus mempercepat pengembangan Proyek Abadi LNG di Blok Masela, Maluku, dengan target mencapai Final Investment Decision (FID) pada 2027. Saat ini, proyek telah memasuki tahap akhir Front-End Engineering and Design (FEED), yang menjadi salah satu milestone terpenting sebelum memasuki fase Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Proyek Abadi LNG dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd. dengan kepemilikan 65%, bersama PT Pertamina Hulu Energi Masela (20%) dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd. (15%). Setelah beroperasi, fasilitas ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), memasok sekitar 150 MMSCFD gas untuk kebutuhan domestik, serta menghasilkan hingga 35.000 barel kondensat per hari, menjadikannya salah satu proyek gas terbesar yang tengah dikembangkan di kawasan Asia Pasifik.

Untuk memastikan desain terbaik, INPEX menerapkan skema dual FEED pada fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO). Paket pertama dikerjakan oleh konsorsium Technip Energies bersama JGC Indonesia, sementara paket kedua dipimpin Saipem bersama McDermott dan Tripatra. Pendekatan ini memungkinkan evaluasi dua konsep desain sebelum menentukan kontraktor EPC pada tahap berikutnya.

Sementara itu, desain Onshore LNG Plant (OLNG) ditangani oleh konsorsium yang dipimpin JGC Corporation, bersama KBR, Samsung E&A, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Untuk pekerjaan Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF), Gas Export Pipeline, serta fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS), FEED dipimpin oleh Worley, yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem bawah laut dan infrastruktur pendukung proyek.

Proyek Abadi LNG memiliki perjalanan panjang sejak INPEX memperoleh hak pengelolaan Blok Masela pada 1998, diikuti penemuan Lapangan Gas Abadi pada 2000. Pemerintah Indonesia kemudian menyetujui Plan of Development (POD) pada 2019 untuk pembangunan fasilitas LNG darat berkapasitas 9,5 MTPA. Pada 2023, Pertamina dan PETRONAS resmi bergabung sebagai mitra proyek, bersamaan dengan persetujuan revisi POD yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai bagian dari pengembangan lapangan.

Dengan tahap FEED yang hampir selesai, Proyek Abadi LNG kini semakin mendekati keputusan investasi akhir (FID) yang ditargetkan pada 2027. Selain meningkatkan produksi gas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia, proyek ini juga akan menjadi salah satu proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan CCS sejak awal operasi, sekaligus melibatkan kolaborasi sejumlah kontraktor EPC internasional dan perusahaan nasional dalam pengembangan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Pasifik.

 

Galeri : 

chatgpt image jul 27, 2026, 12 12 31 pm

Stay Connected with IEI

    Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.