West Natuna Exploration Limited (WNEL) Operasikan Proyek Lapangan Gas Mako Natuna
Kepulauan Riau — West Natuna Exploration Limited (WNEL), bagian dari Conrad Asia Energy, mengembangkan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, Laut Natuna, yang telah mencapai Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026. Proyek ini ditargetkan mencapai First Gas pada Q4 2027 untuk memasok kebutuhan gas domestik Indonesia.
Pengembangan tahap awal Mako terdiri dari enam development wells yang akan terhubung (tie-back) ke leased Mobile Offshore Production Unit (MOPU). Lapangan ini memiliki gross 2P reserves sekitar 330 Bcf dengan target sales gas sekitar 111,9 MMscfd pada plateau. Gas akan dijual kepada PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).
Untuk mendukung eksekusi proyek, WNEL telah memberikan beberapa kontrak utama kepada perusahaan nasional. PT PAL Indonesia mendapatkan kontrak EPCT untuk pembangunan Conductor Support Frame (CSF), termasuk engineering, procurement, fabrication, assembly, dan transportasi ke lokasi offshore.
Sementara itu, PT Timas Suplindo menangani paket SURF EPCI yang mencakup subsea umbilicals, flowlines, dan risers. Untuk kegiatan pengeboran, konsorsium PDSI–ADES menyediakan jack-up drilling rig Admarine 502 untuk mengebor enam sumur pengembangan dan mendukung instalasi CSF. Mobilisasi rig ditargetkan mulai Q2 2027.
Gas dari Mako akan dialirkan melalui pipa sekitar 59 km berdiameter 18 inci menuju KF Platform di Kakap PSC, kemudian masuk ke West Natuna Transportation System (WNTS) untuk dikirim ke pasar domestik.
Dengan CAPEX sekitar US$320 juta hingga First Gas, proyek Mako menjadi salah satu pengembangan gas offshore penting di Natuna. Selain menambah pasokan gas domestik, proyek ini juga membuka peluang bagi industri nasional dalam sektor engineering, fabrication, drilling, subsea, offshore installation, hingga commissioning.
Galeri :
Other News
Stay Connected with IEI
Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.








