Papua LNG Makin Dekat ke FID, ExxonMobil Ambil Alih Operatorship dari TotalEnergies
Papua Nugini — Proyek Papua LNG semakin mendekati tahap Final Investment Decision (FID) setelah sejumlah aspek komersial dan kontraktual berhasil diselesaikan. Salah satu perubahan utama dalam proyek tersebut adalah pengalihan operatorship dari TotalEnergies kepada ExxonMobil, bersamaan dengan penurunan estimasi capital expenditure (CAPEX) proyek menjadi sekitar US$14 miliar.
Proses tender Engineering, Procurement and Construction (EPC) juga telah rampung. Rekomendasi pemenang kontrak kini telah disiapkan untuk mendapatkan persetujuan dari para co-venturers. Optimalisasi desain proyek dan proses rebidding paket EPC yang dilakukan sejak 2024 disebut telah menghasilkan penghematan biaya hampir US$4 miliar.
Dalam struktur baru tersebut, ExxonMobil akan menjadi operator Papua LNG. TotalEnergies dan ExxonMobil akan mengelola proses transisi sambil memastikan kegiatan proyek dan berbagai komitmen kepada Pemerintah serta pemangku kepentingan di Papua Nugini tetap berjalan.
Perubahan kepemilikan juga dilakukan setelah Kumul Petroleum melakukan back-in. TotalEnergies akan melepas 9,1% kepemilikannya kepada mitra proyek berdasarkan proporsi participating interest masing-masing. Setelah transaksi tersebut, ExxonMobil akan memegang 34,1% sekaligus menjadi operator, Santos 21%, TotalEnergies 20%, ENEOS Xplora 2,4%, sedangkan Kumul Petroleum Holdings Limited dan MRDC memiliki total 22,5%.
Para mitra juga telah menyelesaikan perubahan gas agreement dengan Pemerintah Papua Nugini. Perjanjian yang sebelumnya disepakati pada 2019 diperbarui untuk menyesuaikan struktur proyek, anggaran baru, serta berbagai hasil optimalisasi yang telah dilakukan.
Dari sisi pemasaran, TotalEnergies bersama entitas terkait Pemerintah Papua Nugini melalui Kumul Petroleum membentuk LNG marketing joint venture. Entitas tersebut akan memasarkan 2,4 juta ton LNG per tahun (Mtpa) dari total rencana produksi Papua LNG sebesar 5,6 Mtpa. TotalEnergies sendiri telah menandatangani heads of agreement untuk membeli 1,5 Mtpa LNG dari marketing joint venture tersebut bagi portofolio LNG globalnya.
Papua LNG dirancang untuk memproduksi 5,6 Mtpa LNG dari sumber daya gas di lapangan Elk dan Antelope, Gulf Province. Pengembangannya mencakup fasilitas pemrosesan gas, jaringan pipa dari lapangan menuju fasilitas liquefaction, serta infrastruktur LNG di sekitar Port Moresby.
Dengan struktur proyek yang semakin matang, efisiensi biaya yang signifikan, serta pengalihan operatorship kepada ExxonMobil, Papua LNG kini berada pada salah satu tahapan penting sebelum keputusan investasi akhir. Proyek ini juga diposisikan untuk meningkatkan pasokan LNG dan mendukung diversifikasi energi menuju pasar Asia yang terus berkembang.
Galeri :
Other News
Stay Connected with IEI
Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.








