Proyek Marsela BLOCK Abadi LNG Masuki Tahap FEED, Dipimpin INPEX dengan Konsorsium Internasional
Jakarta – Januari 2026
Proyek Marsela Block Abadi LNG di Blok Masela resmi memasuki tahap Front End Engineering Design (FEED), menandai langkah krusial menuju fase konstruksi salah satu proyek gas terbesar dan paling strategis di Indonesia. Tahap FEED ini menjadi fondasi teknis dan ekonomis sebelum proyek masuk ke tahap Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
Tahap FEED dipimpin oleh INPEX selaku operator utama Blok Masela. Dalam pelaksanaannya, INPEX bekerja sama dengan kontraktor dan konsultan teknik internasional untuk memastikan desain fasilitas produksi gas dan LNG darat (onshore LNG) memenuhi standar keselamatan, efisiensi, serta keberlanjutan lingkungan.
Blok Masela dikembangkan melalui konsorsium internasional dengan komposisi kepemilikan sebagai berikut:
- INPEX : 65% (Operator)
- Pertamina : 20%
- PETRONAS : 15%
Pemerintah Indonesia menilai dimulainya tahap FEED sebagai sinyal kuat keseriusan pengembangan proyek gas Abadi yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku. Proyek ini dirancang menggunakan konsep LNG darat, sejalan dengan kebijakan nasional untuk memaksimalkan dampak ekonomi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pengembangan kawasan timur Indonesia.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa proyek-proyek gas strategis seperti Blok Masela memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara bertahap.
“Gas alam adalah energi transisi yang sangat penting. Proyek besar seperti Masela harus kita kawal agar memberi manfaat maksimal bagi negara dan rakyat,” ujar Presiden dalam agenda energi nasional.
Dari sisi regulasi, SKK Migas terus mengawal pelaksanaan FEED agar berjalan sesuai jadwal, memenuhi standar teknis, serta selaras dengan target produksi nasional. Tahap ini mencakup penetapan kapasitas LNG, desain fasilitas proses, infrastruktur pendukung, serta estimasi biaya investasi secara detail.
Marsela Abadi LNG diproyeksikan tidak hanya memperkuat pasokan gas domestik dan ekspor LNG, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Maluku melalui pembangunan infrastruktur, pelabuhan, logistik, dan industri penunjang migas.
Dengan dimulainya tahap FEED, proyek Marsela Abadi LNG semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama masa depan sektor gas Indonesia.
https://www.inpex.com/english/news/upload/20250804.pdf
Galeri :
Other News
Stay Connected with IEI
Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.
Jakarta – Januari 2026
Proyek Marsela Block Abadi LNG di Blok Masela resmi memasuki tahap Front End Engineering Design (FEED), menandai langkah krusial menuju fase konstruksi salah satu proyek gas terbesar dan paling strategis di Indonesia. Tahap FEED ini menjadi fondasi teknis dan ekonomis sebelum proyek masuk ke tahap Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
Tahap FEED dipimpin oleh INPEX selaku operator utama Blok Masela. Dalam pelaksanaannya, INPEX bekerja sama dengan kontraktor dan konsultan teknik internasional untuk memastikan desain fasilitas produksi gas dan LNG darat (onshore LNG) memenuhi standar keselamatan, efisiensi, serta keberlanjutan lingkungan.
Blok Masela dikembangkan melalui konsorsium internasional dengan komposisi kepemilikan sebagai berikut:
- INPEX : 65% (Operator)
- Pertamina : 20%
- PETRONAS : 15%
Pemerintah Indonesia menilai dimulainya tahap FEED sebagai sinyal kuat keseriusan pengembangan proyek gas Abadi yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku. Proyek ini dirancang menggunakan konsep LNG darat, sejalan dengan kebijakan nasional untuk memaksimalkan dampak ekonomi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pengembangan kawasan timur Indonesia.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa proyek-proyek gas strategis seperti Blok Masela memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara bertahap.
“Gas alam adalah energi transisi yang sangat penting. Proyek besar seperti Masela harus kita kawal agar memberi manfaat maksimal bagi negara dan rakyat,” ujar Presiden dalam agenda energi nasional.
Dari sisi regulasi, SKK Migas terus mengawal pelaksanaan FEED agar berjalan sesuai jadwal, memenuhi standar teknis, serta selaras dengan target produksi nasional. Tahap ini mencakup penetapan kapasitas LNG, desain fasilitas proses, infrastruktur pendukung, serta estimasi biaya investasi secara detail.
Marsela Abadi LNG diproyeksikan tidak hanya memperkuat pasokan gas domestik dan ekspor LNG, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Maluku melalui pembangunan infrastruktur, pelabuhan, logistik, dan industri penunjang migas.
Dengan dimulainya tahap FEED, proyek Marsela Abadi LNG semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama masa depan sektor gas Indonesia.
https://www.inpex.com/english/news/upload/20250804.pdf








