Pengembangan Project Gas Mako Masuki Tahap Fabrikasi, Target First Gas Kuartal IV 2027
Conrad Asia Energy Ltd. mencatat tiga tonggak penting dalam pengembangan Proyek Gas Mako di Laut Natuna Barat, Indonesia. Kemajuan tersebut mencakup kedatangan rig Valaris 104 di Batam, berlakunya perjanjian penjualan gas dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), serta keberhasilan proses Gas-In pada pipa bawah laut. Proyek ini tetap sesuai anggaran dengan target produksi gas pertama (first gas) pada kuartal IV 2027.
Valaris 104 telah tiba dengan selamat di galangan PaxOcean, Batam, setelah melewati Selat Hormuz pada September. Rig tersebut akan dikonversi menjadi Mobile Offshore Production Unit (MOPU). Pekerjaan konversi fisik dan fabrikasi modul topside kini telah dimulai, menandai peralihan proyek menuju tahap fabrikasi skala penuh.
Dari sisi komersial, Gas Sales Agreement (GSA) antara Conrad dan PLN EPI telah berlaku penuh setelah seluruh conditions precedent terpenuhi. Berdasarkan perjanjian yang mengikat tersebut, PLN EPI akan membeli 100% produksi gas dari Lapangan Mako.
Tonggak berikutnya adalah keberhasilan proses Gas-In pada pipa bawah laut yang menghubungkan West Natuna Transportation System dengan Pemping. Jalur ini menjadi bagian penting dari infrastruktur penyaluran gas untuk memasok kebutuhan domestik secara langsung ke Batam.
Executive Chairman Conrad, Peter Botten, mengatakan sejumlah pencapaian dalam beberapa pekan terakhir menjadi kemajuan penting bagi proyek Mako. Ia menegaskan bahwa pengembangan proyek tetap sesuai jadwal dan anggaran.
“The past few weeks have marked an important period of progress for the Mako Gas Project, with several critical milestones completed and the project continuing to track to first gas in the fourth quarter of 2027 and within budget,” kata Botten.
Ia juga menyoroti keberhasilan pengiriman Valaris 104 ke Batam sebagai pencapaian logistik yang signifikan. Menurutnya, proyek kini bergerak dari tahap perencanaan dan kontrak menuju fabrikasi skala penuh.
“The project is increasingly moving from planning and contracting into full-scale fabrication,” ujarnya.
Dengan fasilitas produksi, perjanjian penjualan gas, dan jalur penyaluran yang terus berkembang, Conrad bersama para mitranya juga mengkaji peluang untuk memperluas pasokan gas alam guna memenuhi peningkatan permintaan energi di kawasan ekonomi Singapura–Johor–Riau.
Botten menyebut Batam dan kawasan sekitarnya mengalami pertumbuhan kebutuhan listrik, termasuk dari ekspansi sektor pusat data (data centre). Dalam kondisi tersebut, pasokan gas untuk pembangkit listrik yang andal dan kompetitif tetap menjadi bagian penting dari bauran energi kawasan.
Proyek Gas Mako ditargetkan mulai menghasilkan gas pada kuartal IV 2027, dengan pelaksanaan yang sejauh ini dilaporkan tetap sesuai anggaran dan jadwal.
Other News
Stay Connected with IEI
Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.








