Indonesia Energy

Eni-Petronas Siapkan FPSO Kedua Senilai US$8 Miliar untuk Kembangkan Cadangan Gas Geliga

Kutei Basin Geliga -1 Block Ganal by geoexpro

Galeri :

Searah, perusahaan patungan Eni dan Petronas, berencana membangun Floating Production Storage and Offloading (FPSO) kedua dengan investasi sekitar US$7–8 miliar. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pengembangan South Hub dan penemuan gas Geliga-1 di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, konsep pengembangan FPSO kedua akan mengacu pada FPSO Bahtera Haluan Lestari (BHL) yang saat ini dibangun untuk proyek North Hub.

“FPSO (BHL) ini untuk dua lapangan, North Hub dan Gehem. Nah, selanjutnya kita langsung juga akan membuat proyek yang sama, FEED yang sama, untuk penemuan cadangan gas di Geliga,” jelas Djoko.

Penemuan Geliga-1 diumumkan Eni pada April 2026 di Blok Ganal, Cekungan Kutai. Sumur eksplorasi tersebut diperkirakan memiliki sumber daya in-place sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 300 juta barel kondensat.

Eni tengah mengevaluasi opsi percepatan pengembangan dengan mengintegrasikan Geliga-1 dan Lapangan Gula, yang memiliki potensi gas sekitar 2 TCF. Gabungan kedua sumber daya tersebut diperkirakan dapat mendukung pusat produksi ketiga di Cekungan Kutai, dengan potensi tambahan kapasitas 1 BSCFD gas dan 80.000 barel kondensat per hari (BPD).

Djoko menyebut pembangunan FPSO kedua akan menggunakan konsep serupa dengan fasilitas pertama, dengan estimasi investasi sekitar US$7–8 miliar.

“Jadi ini copy paste tapi investasinya karena kita sudah punya yang pertama yang ini, investasinya itu sekitar USD 7-8 miliar. Tetapi kapasitasnya tadi sebesar 5 TCF (triliun kaki kubik),” ungkap Djoko.

Secara keseluruhan, pengembangan North Hub, South Hub, Gehem, dan Geliga berpotensi menghasilkan produksi gas sebesar 2.000–3.000 MMSCFD serta kondensat sekitar 200.000 BPD.

“Total-totalnya nanti kalau sudah North Hub, South Hub, Gehem, dan Geliga, itu total bisa mencapai produksinya adalah 2.000 atau 3.000 MMSCFD. Kondensatnya sekitar 200.000 (BPD),” ungkap Djoko.

Sementara itu, pembangunan FPSO BHL senilai US$2,9 miliar telah dimulai pada 23 Juli bersama kontraktor PT Saipem Indonesia di Kepulauan Riau. Fasilitas ini memiliki panjang 350 meter, lebar 64 meter, tinggi 32 meter, dan bobot sekitar 147.000 metrik ton.

Di Blok Ganal, Eni bertindak sebagai operator dengan kepemilikan 82%, sedangkan Sinopec memegang 18%. Eni juga mengoperasikan Floating Production Unit (FPU) Jangkrik di Blok Muara Bakau, lepas pantai Cekungan Kutai, yang terhubung dengan 10 sumur bawah laut.

Source : https://www.eni.com/en-IT/media/press-release/2026/04/eni-major-geliga-gas-discovery-confirms-the-strategic-potential-of-indonesia.html

chatgpt image jul 27, 2026, 12 12 31 pm

Stay Connected with IEI

    Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.