Indonesia Energy

Eni Kembangkan 4 Lapangan Offshore Gas Gendalo, Gandang, Geng North, dan Gehem di Kalimantan Timur

Illustration Offshore ENI



Kalimantan Timur, Indonesia— Eni terus mempercepat pengembangan empat lapangan offshore gas di lepas pantai Kalimantan Timur, yaitu Gendalo, Gandang, Geng North, dan Gehem, melalui pengembangan South Hub dan North Hub. Keempat lapangan ini ditargetkan menghasilkan hingga 2 Bscf gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari pada tingkat produksi puncak.

Eni telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk kedua proyek pada Maret 2026, hanya sekitar 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024. Pengembangan ini mengandalkan teknologi deep-water sekaligus memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia, termasuk Jangkrik Floating Production Unit (FPU) dan Bontang LNG Plant, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat time-to-market.

Pengembangan Gendalo dan Gandang mencakup pengeboran tujuh sumur produksi pada kedalaman laut sekitar 1.000–1.800 meter, dengan sistem subsea yang akan di-tie-back ke Jangkrik FPU.

Sementara itu, Geng North dan Gehem akan dikembangkan melalui 16 sumur produksi pada kedalaman 1.700–2.000 meter, yang terhubung dengan FPSO baru berkapasitas lebih dari 1 Bscf gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari, serta kapasitas penyimpanan sekitar 1,4 juta barel.

Secara keseluruhan, kedua proyek memiliki hampir 10 Tcf gas initially in place (GIIP) dan sekitar 550 juta barel kondensat. First gas ditargetkan mulai pada 2028, sebelum produksi mencapai tingkat puncak pada 2029.

Gas yang dihasilkan akan dialirkan melalui export pipeline menuju fasilitas penerimaan di darat untuk memasok jaringan gas domestik dan Bontang LNG Plant. Eni juga berencana mengaktifkan kembali Train F Bontang LNG, yang sebelumnya tidak beroperasi, untuk mendukung produksi LNG bagi kebutuhan domestik maupun pasar internasional.

Pengembangan North Hub juga akan membentuk production hub baru di bagian utara Kutai Basin, yang berpotensi membuka peluang tie-back bagi penemuan gas berikutnya. Potensi kawasan ini semakin menarik setelah Eni menemukan Geliga-1, sekitar 20 kilometer dari Geng North, dengan estimasi sekitar 5 Tcf gas dan 300 juta barel kondensat in place.

Proyek Gendalo, Gandang, Geng North dan Gehem juga menjadi bagian dari aset yang terkait dengan kombinasi bisnis Eni dan PETRONAS. Pada Juni 2026, kedua perusahaan membentuk Searah, perusahaan energi baru yang menggabungkan sejumlah aset Eni dan PETRONAS di Indonesia dan Malaysia.

Dengan kombinasi teknologi deep-water, subsea, FPSO, serta pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia, proyek ini menjadi salah satu pengembangan gas strategis Eni di Indonesia. Kehadiran dua hub tersebut juga berpotensi memperkuat Kalimantan Timur dan Kutai Basin sebagai salah satu pusat produksi gas offshore utama Indonesia.

Galeri :

chatgpt image jul 27, 2026, 12 12 31 pm

Stay Connected with IEI

    Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.