Mubadala Energy Siap Tetapkan FID Lapangan Gas Tangkulo pada September 2026
Jakarta – Pengembangan Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja Andaman Selatan memasuki tahapan penting setelah SKK Migas memastikan Final Investment Decision (FID) akan ditetapkan pada September 2026.
Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara SKK Migas, Mubadala Energy sebagai operator, Harbour Energy, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Pemerintah Aceh, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kesepakatan ini mengakhiri proses pembahasan yang sebelumnya sempat mengalami penundaan.
FID menjadi tonggak penting sebelum proyek memasuki fase konstruksi dan pengembangan lapangan, dengan target produksi perdana (onstream) pada 2028.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa Mubadala Energy selaku operator memegang participating interest (PI) sebesar 80%, sementara Harbour Energy memiliki 20% PI. Sebelumnya, FID ditargetkan berlangsung pada Juni 2026, namun bergeser ke September akibat dinamika yang terjadi di Aceh serta proses pengalihan kepemilikan PI yang masih berjalan.
Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan memproduksi sekitar 300 juta kaki kubik gas per hari (300 MMSCFD) dan 7.000 barel kondensat per hari saat mulai beroperasi pada 2028. Proyek bernilai miliaran dolar Amerika Serikat ini diharapkan menjadi salah satu penggerak peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Selain itu, para pihak juga berkomitmen meningkatkan keterlibatan Pemerintah Aceh serta memaksimalkan penggunaan produk dan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan proyek pengembangan Lapangan Gas Tangkulo
Other News
Stay Connected with IEI
Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.








