First Steel Cut, Proyek FPSO Kutei North Hub Resmi Masuk Tahap Fabrikasi Topsides
Karimun-Batam– Proyek Kutei North Hub (KNH) Development Project resmi memasuki tahap fabrikasi dengan dilaksanakannya seremoni First Steel Cut dan Keel Laying untuk FPSO Bahtera Haluan Lestari di fasilitas PT Saipem Indonesia, Karimun. Pencapaian ini menandai dimulainya pembangunan fisik FPSO yang akan menjadi fasilitas produksi utama pada proyek pengembangan gas laut dalam Kutei North Hub.
Sehari sebelumnya, pada 22 Juli 2026, VME Indonesia di Batam juga telah melaksanakan First Steel Cut untuk Process Module, menandai dimulainya fabrikasi berbagai modul FPSO secara paralel di sejumlah galangan di Indonesia dan luar negeri. Pendekatan ini diterapkan untuk mempercepat penyelesaian proyek sesuai target jadwal.
FPSO Bahtera Haluan Lestari merupakan bagian dari Kutei North Hub Development Project yang dikembangkan oleh PT Searah perusahaan hasil kolaborasi Eni dan PETRONAS dengan Saipem–TRIPATRA Joint Venture sebagai kontraktor utama EPCI. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar US$11,8 miliar, dengan nilai kontrak FPSO sekitar US$2,9 miliar dan berat konstruksi mencapai sekitar 145.800 ton.
Pekerjaan fabrikasi dibagi ke beberapa lokasi sesuai spesialisasi masing-masing yard, yaitu China Merchants Heavy Industry (CMHI), China untuk pembangunan hull, PT Saipem Indonesia, Karimun untuk integrated module support, assembly, dan final integration, VME Indonesia, Batam untuk Process Module, Profab Indonesia, Batam untuk Separation & Chemical Injection Module, serta PT Meindo Elang Indah, Bintan untuk Flare & Manifold Module.
Dalam seremoni tersebut, Bupati Karimun Iskandarsyah menyampaikan bahwa proyek ini diperkirakan akan menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja selama masa konstruksi. PT Saipem Indonesia juga berkomitmen memprioritaskan 68–75% tenaga kerja lokal yang memenuhi standar kompetensi industri, sehingga memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia dan perekonomian daerah.
Berdasarkan jadwal pengembangan, setelah tahap fabrikasi yang dimulai pada 2026, proyek akan dilanjutkan dengan Hull Delivery pada 2027, dilanjutkan Integration & Commissioning pada 2028, serta ditargetkan mencapai First Gas pada tahun 2028. Proyek ini menjadi salah satu pengembangan gas laut dalam terbesar di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan produksi gas nasional sekaligus memperkuat pasokan energi domestik dan ekspor LNG.
Other News
Stay Connected with IEI
Discover industry updates, market insights, engineering knowledge, and opportunities that shape the future of energy.








